KONSEP TRIAGE
A. Definisi Triage
Triage adalah usaha pemilahan korban sebelum ditangani, berdasarkan tingkat kegawatdaruratan trauma atau penyakit dengan mempertimbangkan prioritas penangnanan dan sumber daya yang ada.
Kata ini berasal dari bahasa Perancis trier yang berarti memisahkan, memilah dan memilih. Penggagas awalnya adalah Dominique Jean Larrey, seorang dokter bedah Perancis pada Pasukan Napoleon.
Triage atau triase adalah proses untuk menentukan prioritas perawatan pasien berdasarkan tingkat keparahan kondisi mereka. Hal ini terutama diperlukan ketika sumber daya yang ada tidak mencukupi untuk semua pasien.
Triage adalah suatu proses yang mana pasien digolongkan menurut tipe dan tingkat kegawatan kondisinya.
Hal itu diatur untuk mendapatkan :
- Pasien yang benar ke ....
- Tempat yang benar pada ....
- Waktu yang benar dengan ....
- Tersedianya perawatan yang benar ....
B.Tujuan
Memberikan penanganan terbaik pada korban dalam jumlah yang banyak untuk menurunkan angka kematian dan kecacatan maupun resiko cedera bertambah parah.
C.Prinsip Triase
Pada keadaan bencana massal, korban timbul dalam jumlah yang tidak sedikit dengan resiko cedera dan tingkat survive yang beragam. Pertolongan harus disesuaikan dengan sumber daya yang ada, baik sumber daya manusia maupun sumber daya lainnya. Hal tersebut merupakan dasar dalam memilah korban untuk memberikan perioritas pertolongan.
Pada umumnya penilaian korban dalam triage dapat dilakukan dengan:
• Menilai tanda vital dan kondisi umum korban
• Menilai kebutuhan medis
• Menilai kemungkinan bertahan hidup
• Menilai bantuan yang memungkinkan
• Memprioritaskan penanganan definitif
• Tag Warna
Triase dilakukan tidak lebih dari 60 detik/pasien dan setiap pertolongan harus dilakukan sesegera mungkin.
Kategori :
Setelah melakukan penilaian, korban dikategorikan sesuasi denagn kondisinya dan diberi tag warna, sebagai berikut:
MERAH (Immediate)
Setiap korban dengan kondisi yang mengancam jiwanya dan dapat mematikan dalam ukuran menit, harus ditangani dengan segera.
KUNING (Delay)
Setiap korban dengan kondisi cedera berat namun penganannya dapat ditunda.
HIJAU (Walking Wounded)
Korban dengan kondisi yang cukup ringan, korban dapat berjalan
HITAM (Dead and Dying)
Korban meninggal atau dalam kondisi yang sangat sulit untuk diberi pertolongan.
D.Sistem Triage
Non Disaster :
Untuk menyediakan perawatan sebaik mungkin bagi setiap individu pasien
Disaster :
Untuk menyediakan perawatan yang lebih efektif untuk pasien dalam jumlah banyak
E.Type Triage Di Rumah Sakit
Type 1 : Traffic Director or Non Nurse
- Hampir sebagian besar berdasarkan system triage
- Dilakukan oleh petugas yang tak berijasah
- Pengkajian minimal terbatas pada keluhan utama dan seberapa sakitnya
- Tidak ada dokumentasi
- Tidak menggunakan protocol
Type 2 : Cek Triage Cepat
- Pengkajian cepat dengan melihat yang dilakukan perawat beregristrasi atau dokter
- Termasuk riwayat kesehatan yang berhubungan dengan keluhan utama
- Evaluasi terbatas
- Tujuan untuk meyakinkan bahwa pasien yang lebih serius atau cedera mendapat perawatan pertama
Type 3 : Comprehensive Triage
- Dilakukan oleh perawat dengan pendidikan yang sesuai dan berpengalaman
- 4 sampai 5 sistem katagori
- Sesuai protokol
F.Klasifikasi
Klasifikasi Triage
Klasifikasi berdasarkan pada :
- pengetahuan
- data yang tersedia
- situasi yang berlangsung
Sistem Klasifikasi
Sistem klasifikasi menggunakan nomor, huruf atau tanda. Adapun klasifikasinya sebagai berikut :
•Prioritas 1 atau Emergensi
- Pasien dengan kondisi mengancam nyawa, memerlukan evaluasi dan intervensi segera
- Pasien dibawa ke ruang resusitasi
- Waktu tunggu 0 (Nol)
•Prioritas 2 atau Urgent
- Psien dengan penyakit yang akut
- Mungkin membutuhkan trolley, kursi roda atau jalan kaki
- Waktu tunggu 30 menit
- Area Critical care
•Prioritas 3 atau Non Urgent
- pasien yang biasanya dapat berjalan dengan masalah medis yang minimal
- luka lama
- kondisi yang timbul sudah lama
- area ambulatory / ruang P3
•Prioritas 0 atau 4 Kasus kematian
- tidak ada respon pada segala rangsangan
- tidak ada respirasi spontan
- tidak ada bukti aktivitas jantung
- hilangnya respon pupil terhadap cahaya
G.Model Triage
Single Triage
Digunakan untuk keadaan dimana pasien datang satu persatu, seperti misalnya di Instalasi atau Unit Gawat Darurat sehari-hari. Atau pada MCI (mass casualty incident) / bencana dimana fase akut telah terlewati (setelah 5 –10 hari).
Jika beban jumlah pasien terlalu banyak, atau permasalahan yang ada terlalu kompleks, sistem ini akan kacau.
Simple Triage
Pada keadaan bencana massal (MCI) awal-awal, dimana sarana transportasi belum ada, atau ada tapi terbatas, dan terutama sekali, belum ada tim medis atau paramedis yang kompeten. Pemilahan dan pemilihan pasien terutama ditujukan untuk prioritas transportasi pasien dan kemudian tingkat keparahan penyakitnya. Biasanya, digunakan triage tag/kartu triase.
S.T.A.R.T. (Simple Triage And Rapid Treatment)
Penambahan kata Rapid Treatment berarti ada tim atau orang-orang yang cukup kompeten melakukan perawatan dan penanganan korban/pasien. Jika keadaannya masih melampaui kemampuan penolong, maka START dapat pula berarti Simple Triage and Rapid Transportation.
Dahulu masih ada kategori Biru, untuk pasien yang kecenderungan selamatnya kecil atau dapat selamat dengan penanganan yang cepat tetapi kompleks dan rumit. Pasien ini biasanya diletakkan setelah kategori merah. Tapi saat ini kecenderungannya sudah tidak dilakukan kategorisasi untuk ini. Jerman masih memakai ini, tetapi urutan prioritasnya setelah hijau.
Blog ini berisi berbagai macam hal... Dari tugas-tugas kuliah sampai hiburan berupa lirik lagu... Semoga apa yang saya tulis ini bisa bermanfaat buat yang membacanya... Keep Figthing n Keep Smile ^_^
Daftar Blog Saya
Rabu, 14 September 2011
Kamis, 21 Juli 2011
Justin Beiber ft. Chris Brown - Next to You

[Chris Brown]
You’ve got that smile,
That only heaven can make.
I pray to God everyday,
That you keep that smile.
[Justin Bieber]
Yeah, you are my dream,
There’s not a thing I won’t do.
I’ll give my life up for you,
Cos you are my dream.
[Bridge]
And baby, everything that I have is yours,
You will never go cold or hungry.
I’ll be there when you’re insecure,
Let you know that you’re always lovely.
Girl, cos you are the only thing that I got right now
[Chorus]
One day when the sky is falling,
I’ll be standing right next to you,
Right next to you.
Nothing will ever come between us,
I’ll be standing right next to you,
Right next to you.
[Chris Brown]
You had my child,
You make my life complete.
Just to have your eyes on little me,
That’d be mine forever.
[Bridge]
And baby, everything that I have is yours
You will never go cold or hungry
I’ll be there when you’re insecure
Let you know that you’re always lovely
Girl, cos you are the only thing that I got right now
[Chorus]
One day when the sky is falling,
I’ll be standing right next to you,
Right next to you.
Nothing will ever come between us,
I’ll be standing right next to you,
Right next to you.
[Bridge]
We’re made for one another
Me and you
And I have no fear
I know we’ll make it through
One day when the sky is falling
I’ll be standing right next to you
Ohh ohh ohh ohhhhh
[Chorus]
One day when the sky is falling,
I’ll be standing right next to you,
Right next to you.
Nothing will ever come between us,
I’ll be standing right next to you,
Right next to you.
Oh nah nah
Oh yeah
Stand by my side
When the sky falls
Oh baby
I’ll be there
You’ve got that smile,
That only heaven can make.
I pray to God everyday,
To keep you forever
Kamis, 19 Mei 2011
Konsep Desa Siaga

A. Pengertian Desa Siaga
Desa Siaga adalah desa yang penduduknya memiliki kesiapan sumber daya dan kemampuan serta kemauan untuk mencegah dan mengatasi masalah-masalah kesehatan secara mandiri dalam rangka mewujudkan desa sehat. Desa Siaga dapat dikatakan merekonstruksi atau membangun kembali berbagai upaya kesehatan bersumber daya masyarakat (UKBM). Pengembangan Desa Siaga juga merupakan revitalisasi Pembangunan Kesehatan Masyarakat Desa (PKMD) sebagai pendekatan edukatif yang perlu dihidupkan kembali, dipertahankan, dan ditingkatkan.
B. Tujuan Desa Siaga
1. Tujuan Umum
Terwujudnya masyarakat desa yang sehat serta peduli dan tanggap terhadap permasalahan kesehatan di wilayahnya.
2. Tujuan Khusus
a. Meningkatnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat desa tentang pentingnya kesehatan.
b. Meningkatnya kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat desa terhadap risiko dan bahaya yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan seperti bencana, wabah, kegawatdaruratan, dan sebagainya
c. Meningkatnya keluarga yang sadar gizi dan melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat.
d. Meningkatnya kemandirian masyarakat desa dalam pembiayaan kesehatan.
e. Meningkatnya kemampuan dan kemauan masyarakat desa untuk menolong diri sendiri di bidang kesehatan.
f. Meningkatnya dukungan dan peran aktif para pemangku kepentingan dalam mewujudkan kesehatan masyarakat desa.
C. Sasaran Pengembangan Desa Siaga
Untuk mempermudah strategi intervensi, sasaran pengembangan Desa Siaga dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu :
1. Semua individu dan keluarga di desa, yang diharapkan mampu melaksanakan hidup sehat, serta peduli dan tanggap terhadap permasalahan kesehatan di wilayah desanya.
2. Pihak-pihak yang mempunyai pengaruh terhadap perubahan perilaku individu dan keluarga atau dapat menciptakan iklim yang kondusif bagi perubahan perilaku tersebut, seperti tokoh masyarakat, termasuk tokoh agama; tokoh perempuan dan pemuda; kader desa; serta petugas kesehatan.
3. Pihak-pihak yang di harapkan memberikan dukungan kebijakan, peraturan perundangan, dana, tenaga, sarana, dan lain-lain. Seperti kepala desa, camat, para pejabat terkait, swasta, para donatur dan pemangku kepentingan lainnya.
D. Langkah-Langkah Pengembangan Desa Siaga
1. Persiapan
Dalam tahap persiapan, hal-hal yang perlu dilakukan adalah:
• Pusat :
- Penyusunan pedoman
- Pembuatan modul-modul pelatihan
- Penyelenggaraan Pelatihan bagi Pelatih atau Training of Trainers (TOT)
• Provinsi:
- Penyelenggaraan TOT ( tenaga Kabupaten / Kota)
• Kabupaten / Kota:
- Penyelenggaraan Pelatihan Tenaga kesehatan
- Penyelenggaraan pelatihan Kader
2. Pelaksanaan
Dalam tahap pelaksanaan, hal-hal yang perlu dilakukan adalah :
• Pusat
- Penyediaan dana dan dukungan sumberdaya lain
• Provinsi
- Penyediaan dana dan dukungan sumberdaya lain
• Kabupaten/Kota
- Penyediaan dana dan dukungan sumberdaya lain
- Penyiapan Puskesmas dan Rurnah Sakit dalarn rangka penanggulangan bencana dan kegawatdaruratan kesehatan
• Kecamatan
- Pengembangan dan Pembinaan Desa Siaga
3. Pemantauan & Evaluasi
Dalam tahap pemantauan dan evaluasi, hal-hal yang perlu dilakukan adalah:
• Pusat
- Memantau kemajuan dan mengevaluasi keberhasilan pengembangan Desa Siaga
• Provinsi
- Mernantau kemajuan pengembangan Desa Siaga
- Melaporkan hasil pemantauan ke Pusat
• Kabupaten/Kota
- Memantau kemajuan pengembangan Desa Siaga
- Melaporkan hasil pemantauan ke Provinsi
• Kecamatan
- Melakukan Pemantauan Wilayah Setempat (PWS)
- Melaporkan perkembangan ke Kabupaten/Kota
E. Pendekatan Pengembangan Desa Siaga
Pengembangan Desa Siaga dilaksanakan dengan membantu/memfasilitasi masyarakat untuk menjalani proses pembelajaran melalui siklus atau spiral pemecahan masalah yang terorganisasi (pengorganisasian masyarakat). Yaitu dengan menempuh tahap-tahap : (1) mengidentifikasi masalah, penyebabnya, dan sumber daya yang dapat dimanfaatkan untuk mengatasi masalah, (2) mendiagnosis masalah dan merumuskan alternatif-alternatif pemecahan masalah, (3) menetapkan alternatif pemecahan masalah yang layak, merencanakan dan melaksanakannya, serta (4) memantau, mengevaluasi dan membina kelestarian upaya-upaya yang telah dilakukan. Meskipun di lapangan banyak variasi pelaksanaannya, namun secara garis besarnya langkah-langkah pokok yang perlu ditempuh adalah sebagai berikut:
1. Pengembangan Tim Petugas Kecamatan (lintas program/lintas sektor)
Langkah ini merupakan awal kegiatan, sebelum kegiatan-kegiatan lainnya dilaksanakan. Tujuan langkah ini adalah mempersiapkan para petugas kesehatan yang berada di wilayah Puskesmas, baik petugas teknis maupun petugas administrasi. Persiapan para petugas ini bisa berbentuk sosialisasi, pertemuan atau pelatihan yang bersifat konsolidasi, yang disesuaikan dengan kondisi setempat. Keluaran atau output dari langkah ini para petugas yang memahami tugas dan fungsinya, serta siap bekerjasama dalam satu tim untuk melakukan pendekatan kepada pemangku kepentingan dan masyarakat.
2. Pengembangan Tim di Masyarakat (Forum Desa Siaga)
Tujuan langkah ini adalah untuk mempersiapkan para petugas, tokoh masyarakat, serta masyarakat, agar mereka tahu dan mau bekerjasama dalam satu tim untuk mengembangkan Desa Siaga. Dalam langkah ini termasuk kegiatan advokasi kepada para penentu kebijakan, agar merEka mau memberikan dukungan, baik berupa kebijakan atau anjuran, serta restu, maupun dana atau sumber daya lain, sehingga pengembangan Desa Siaga dapat berjalan dengan lancar. Sedangkan pendekatan kepada tokoh-tokoh masyarakat bertujuan agar mereka memahami dan mendukung, khususnya dalam membentuk opini publik guna menciptakan iklim yang kondusif bagi pengembangan Desa Siaga
3. Survei Mawas Diri (SMD)
Survei mawas diri (SMD) atau Telaah Mawas Diri (TMD) atau Community Self Survey (CSS) bertujuan agar masyarakat dengan bimbingan petugas mampu melakukan telaah mawas diri untuk desanya. Survei ini harus dilakukan oleh pemuka-pemuka masyarakat setempat dengan bimbingan tenaga kesehatan. Dengan demikian, diharapkan mereka menjadi sadar akan permasalahan yang dihadapi di desanya, serta bangkit niat dan tekad untuk mencari solusinya. Untuk itu, sebelumnya perlu dilakukan pemilihan dan pembekalan keterampilan bagi mereka. Keluaran atau output dari SMD ini berupa identifikasi masalah-masalah kesehatan serta daftar potensi di desa yang dapat didayagunakan dalam mengatasi masalah-masalah kesehatan tersebut.
4. Musyawarah Masyarakat Desa (MMD)
Tujuan penyelenggaraan musyawarah atau lokakarya desa ini adalah mencari alternatif penyelesaian masalah kesehatan hasil SMD dikaitkan dengan potensi yang dimiliki desa. Di samping itu, juga untuk menyusun rencana jangka panjang pengembangan Desa Siaga. Inisiatif penyelenggaraan musyawarah sebaiknya berasal dari para tokoh masyarakat yang telah sepakat mendukung pengembangan Desa Siaga. Peserta musyawarah adalah tokoh-tokoh perempuan dan generasi muda setempat. Bahkan sedapat mungkin dilibatkan pula kalangan dunia usaha yang bersedia mendukung pengembangan Desa Siaga dan kelestariannya (untuk itu diperlukan upaya advokasi).
5. Pelaksanaan Kegiatan Desa Siaga
Secara operasional pembentukan Desa Siaga dilakukan dengan kegiatan sebagai berikut:
a. Pemilihan Pengurus dan Kader Desa Siaga, Pemilihan pengurus dan kader Desa Siaga dilakukan melalui pertemuan khusus para pimpinan formal desa dan tokoh masyarakat serta beberapa wakil masyarakat. Pemilihan dilakukan secara musyawarah & mufakat, sesuai dengan tata cara dan kriteria yang berlaku, dengan difasilitasi oleh Puskesmas.
b. Orientasi/Pelatihan Kader Desa Siaga, Sebelum melaksanakan tugasnya, kepada pengelola dan kader desa yang telah ditetapkan perlu diberikan orientasi atau pelatihan. Orientasi/pelatihan dilaksanakan oleh Puskesmas sesuai dengan pedoman orientasi /pelatihan yang berlaku. Materi orientasi/pelatihan mencakup kegiatan yang akan dilaksanakan di desa dalam rangka pengembangan Desa Siaga (sebagaimana telah dirumuskan dalam Rencana Operasinal). Yaitu antara lain pengelolaan Desa Siaga secara umum, pembangunan dan pengelolaan palayanan kesehatan dasar seperti Poskedes (jika diperlukan), pengelolaan UKBM, serta hal-hal lain seperti kehamilan dan persalinan sehat, Siap-Antar-Jaga, Keluarga Sadar Gizi, posyandu, kesehatan lingkungan, pencegahan penyakit menular, penyediaan air bersih dan penyehatan lingkungan pemukiman (PAB-PLP), kegawat-daruratan sehari-hari, kesiapsiagaan bencana, kejadian luar biasa, warung obat desa (WOD), diversifikasikan pertanian tanaman pangan dan pemanfaatan pekarangan melalui Taman Obat Keluarga (TOGA), kegiatan surveilans, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), dan lain-lain.
c. Pengembangan Poskesdes dan UKBM lain
Dalam hal ini, pembangunan PoskeSdes (jika diperlukan) bisa dikembangkan dari UKBM yang sudah ada, khususnya Polindes. Apabila tidak ada Polindes, maka perlu dibahas dan dicantumkan dalam rencana kerja pembangunan Poskesdes. Dengan demikian sudah diketahui bagaimana pelayanan kesehatan dasar tersebut akan diadakan, membangun baru dengan fasilitas dari Pemerintah, membangun baru dengan bantuan dari donatur, membangun baru dengan swadaya masyarakat, mengembangkan bangunan Polindes yang ada, atau memodifikasi bangunan lain yang ada. Bilamana Poskesdes Sudah berhasil diselenggarakan, kegiatan dilanjutkan dengan membentuk UKBM-UKBM yang diperlukan, dan belum ada di desa yang bersangkutan, atau merevitalisasi yang sudah ada tetapi kurang/tidak aktif.
d. Penyelenggaraan Kegiatan Desa Siaga
Dengan telah adanya pelayanan kesehatan dasar dan UKBM serta terlatihnya kader dan terbentuknya Forum Desa Siaga, maka desa yang bersangkutan telah dapat ditetapkan sebagai Desa Siaga Aktif. Setelah Desa Siaga resmi dibentuk, dilanjutkan dengan pelaksanaan kegiatan Desa Siaga secara rutin sesuai dengan kriteria Desa Siaga, yaitu pengembangan sistem surveilans berbasis masyarakat, pengembangan kesiapsiagaan dan penanggulangan kegawatdaruratan dan bencana, penggalangan dana, pemberdayaan masyarakat menuju Kadarzi dan PHBS, serta penyehatan lingkungan. Pelayanan kesehatan dasar melalui Poskesdes (bila ada), dan Pelayanan UKBM seperti Posyandu dan Lain-lain digiatkan dengan berpedoman kepada panduan yang berlaku.
6. Pembinaan dan Peningkatan
Mengingat permasalahan kesehatan sangat dipengaruhi oleh kinerja sektor lain, serta adanya keterbatasan sumberdaya, maka untuk memajukan Desa Siaga perlu adanya pengembangan jejaring kerjasama dengan berbagai pihak. Perwujudan dari pengembangan jejaring Desa Siaga dapat dilakukan melalui Temu Jejaring UKBM secara internal di dalam desa sendiri atau Forum Komunikasi Desa Sehat dan atau Temu Jejaring antar Desa Siaga (minimal sekali dalam setahun). Upaya ini selain untuk memantapkan kerjasama, juga diharapkan dapat menyediakan wahana tukar-menukar pengalaman dan memecahkan masalah-masalah yang dihadapi bersama. Yang juga tidak kalah pentingnya adalah pembinaan jejaring lintas sektor, khususnya dengan program-program pembangunan yang bersasaran desa.
F. Peran Perawat Dalam Desa Siaga
Perawat sebagai ujung tombak tenaga kesehatan di masyarakat tentu harus juga dipersiapkan dalam pelaksanaan desa siaga ini. Dengan mengacu dari prinsif-prinsif keperawatan komunitas yaitu (Astuti Yuni, Nursari 2005) :
1. Kemanfaatan, yang berarti bahwa intervensi yang dilakukan harus memberikan manfaat sebesar – besarnya bagi komunitas.
2. Prinsip otonomi yaitu komunitas harus diberikan kebebasan untuk melakukan atau memilih alternative yang terbaik yang disediakan untuk komunitas.
3. Keadilan yaitu melakukan upaya atau tindakan sesuai dengan kemampuan atau kapasitas komunitas.
Adapun peran perawat disini antara lain (Old, London, & Ladewig, 2000)
1. Sebagai pemberi pelayanan dimana perawat akan memberikan pelayanan keperawatan langsung dan tidak langsung kepada klien dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan individu, keluarga, kelompok dan masyarakat.
2. Sebagai pendidik, perawat memberikan pendidikan kesehatan kepada klien dengan resiko tinggi atau dan kader ksehatan.
3. Sebagai pengelola perawat akan merencanakan, mengorganisasi,menggerakan dan mengevaluasi pelayanan keperawatan baik langsung maupun tak langsung dan menggunakan peran serta aktif masyarakat dalam kegiatan keperawatan komunitas.
4. Sebagai konselor, perawat akan memberikan konseling atau bimbingan kepada kader, keluarga dan masyarakat tentang masalah kesehatan komunitas dan kesehatan ibu dan anak.
5. Sebagai pembela klien, perawat harus melindungi dan memfasilitasi keluarga dan masyarakat dalm pelayanan keperawatan komunitas.
6. Sebagai peneliti perawat melakukan penelitian untuk mengembangkan keperawatan komunitas dalam rangka mengefektifkan desa siaga.
Mengacu dari BPPSDM Dep Kes 2006, mengenai sumber daya manusia (SDM) Kesehatan di Desa Siaga dijelaskan bahwa SDM pelaksana pada desa siaga ini menempati posisi yang sangat penting, dimana mereka akan berperan dalam sebuah tim kesehatan yang akan melaksanakan uapya pelayanan kesehatan. SDM Kesehatan yang akan ditempatan di desa siaga ini memiliki kompetensi sebagai berikut:
1. Mampu melakukan pelayanan kehamilan dan pertolongan persalinan, kesehatan ibu dan anak
2. Mampu melakukan pelayanan kesehatan dasar
3. Mampu melakukan pelayanan gizi individu dan masyarakat
4. Mampu melakukan kegiatan sanitasi dasar
5. Mampu melakukan kegiatan penyuluhan kesehatan
6. Mampu melakukan pelayanan kesiapsiagaan terhadap bencana dan mampu melaksanakan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.
Perawat dengan peran dan fungsinya untuk ikut mensukseskan Desa Siaga, sebaiknya telah dipersiapkan dengan baik sehingga beberapa persyaratan SDM seperti dijelaskan diatas bisa dicapai.
Memes - Terlanjur Sayang
Segala cintaku yang kaucela membawa diriku pun percaya
Memberikan hatiku hanya kepada dirimu s'lamanya sampai kapan juga
Menjaga s'gala rasamu agar dirimu selalu perasa akan cinta kita
Apakah diriku yang bersalah hingga pisah di depan mata
Tetapi diriku masih tetap cinta kamu, kasih, s'lamanya sampai kapan jua
Menjagakan cinta kita agar tetap di tempatnya sehingga takkan sampai punah
Seribu ragu yang kian menyerang, tapi diriku terlanjur sayang
Walau arah mata angin berlawan, tapi 'ku bertahan dan 'ku berjalan
Apakah diriku yang bersalah hingga pisah di depan mata
Tetapi diriku masih tetap cinta kamu, kasih, s'lamanya sampai kapan jua
Menjagakan cinta kita agar tetap di tempatnya sehingga takkan sampai punah
Seribu ragu yang kian menyerang, tapi diriku terlanjur sayang
Walau arah mata angin berlawan, tapi 'ku bertahan dan 'ku berjalan
Santun berkata kau pun menanyakan, mengapa cinta dipertahankan
Tetapi haruskah dipertanyakan bila 'ku terlanjur, 'ku terlanjur sayang
Santun berkata kau pun menanyakan, mengapa cinta dipertahankan
Tetapi haruskah dipertanyakan bila 'ku terlanjur, 'ku terlanjur sayang
Seribu ragu yang kian menyerang, tapi diriku terlanjur sayang
(Walau arah mata angin berlawan, tapi 'ku bertahan) Dan 'ku berjalan
(Sambil berkata kau pun menanyakan, mengapa cinta dipertahankan)
Tetapi haruskah dipertanyakan bila 'ku terlanjur, 'ku terlanjur sayang
Memberikan hatiku hanya kepada dirimu s'lamanya sampai kapan juga
Menjaga s'gala rasamu agar dirimu selalu perasa akan cinta kita
Apakah diriku yang bersalah hingga pisah di depan mata
Tetapi diriku masih tetap cinta kamu, kasih, s'lamanya sampai kapan jua
Menjagakan cinta kita agar tetap di tempatnya sehingga takkan sampai punah
Seribu ragu yang kian menyerang, tapi diriku terlanjur sayang
Walau arah mata angin berlawan, tapi 'ku bertahan dan 'ku berjalan
Apakah diriku yang bersalah hingga pisah di depan mata
Tetapi diriku masih tetap cinta kamu, kasih, s'lamanya sampai kapan jua
Menjagakan cinta kita agar tetap di tempatnya sehingga takkan sampai punah
Seribu ragu yang kian menyerang, tapi diriku terlanjur sayang
Walau arah mata angin berlawan, tapi 'ku bertahan dan 'ku berjalan
Santun berkata kau pun menanyakan, mengapa cinta dipertahankan
Tetapi haruskah dipertanyakan bila 'ku terlanjur, 'ku terlanjur sayang
Santun berkata kau pun menanyakan, mengapa cinta dipertahankan
Tetapi haruskah dipertanyakan bila 'ku terlanjur, 'ku terlanjur sayang
Seribu ragu yang kian menyerang, tapi diriku terlanjur sayang
(Walau arah mata angin berlawan, tapi 'ku bertahan) Dan 'ku berjalan
(Sambil berkata kau pun menanyakan, mengapa cinta dipertahankan)
Tetapi haruskah dipertanyakan bila 'ku terlanjur, 'ku terlanjur sayang
Selasa, 17 Mei 2011
Lee Sun Hee — Fox Rain lyrics

Sarangeul ajik nan mollaseo
Deoneun gakkai motgayo
Geunde wae jakkuman motnan nae simjangeun
Dugeungeorinayo
Nan dangsini jakkuman barphyeoseo
Geunyang gal sudo eomneyo
Irueojil su do eomneun I sarange
Nae mami neomu apayo
Haruga gago bami omyeon
Nan ontong dangsin saenggakppunijyo
Hansimseureopgo babo gateun nal
Eotteoke haeya joheulkkayo
Maeumi sarangeul ttareuni
Naega mwol hal su innayo
Irueojil sudo eomneun I sarange
Nae mami neomu apayo
Dubirubiruraffa
Dubirubiruraffa
Dubirubiru dubirubiru
Dubirubiruraffa
Dubirubiruraffa
Dubirubiruraffa
Dubirubiru dubirubiru... ~
Haruga gago bami omyeon
Nan ontong dangsin saenggakppunijyo
Hansimseureopgo babo gateun nal
Eotteoke haeya hanayo
Nae apeumi mudyeojyeo beoril nari
Eonjejjeum naege ogin halkkayo
Hansimseureopgo babo gateun nal
Eotteokhae haran maringayo
Dalbichi neomuna johaseo
Geunyang gal suga eomneyo
Dangsin gyeote jamsi nuwo isseulgeyo
Jamsiman aju jamsiman
[X8]
Dubirubiruraffa
Dubirubiruraffa
Dubirubiru dubirubiru
Dubirubiruraffa
Lee Seung Gi – Losing My Mind Lyrics

jeongsini nagass-eonabwa geuttaen
naega eotteohge neoleul tteonaga
neomaneul saranghae jeongmal mianhae
nunmulman heulleonaelyeo
jeongsini nagass-eonabwa geuttaen
naega eotteohge neoleul tteonaga
neomuna bogopa niga bogopa
jebal nal yongseohaejwo
jeongsini nagass-eonabwa
imi neujeodaneun geol ara
seulpeohaedo ije modu soyongeobdan geol
barami buleoogo nae mami silyeowado
neol dasineun bol su eobni oh~
Oh baby nareul tteonagajima
Oh baby naneun neo hanappun-ya
geudaeyeo dorawa nal kkwag an-ajwo
neo eobsin gyeondil su eobseo
jeongsini nagass-eonabwa geuttaen
naega eotteohge neoleul tteonaga
neomaneul saranghae jeongmal mianhae
nunmulman heulleonaelyeo
jeongsini nagass-eonabwa geuttaen
naega eotteohge neoleul tteonaga
neomuna bogopa niga bogopa
jebal nal yongseohaejwo
jeongsini nagass-eonabwa
saranghandan mareul mothaesseo (mianhaeseo)
gomabdaneun maldo mothaesseo (tteonalkkabwa)
Come back to me my girl (my girl)
oneulbam neottaeme jam modeuleo
Oh baby naleul tteonagajima
Oh baby naneun neo hanappuniya
geudaeyeo dorawa nal kkwag anajwo
neo eobsin gyeondil su eobseo
jeongsini nagass-eonabwa geuttaen
naega eotteohge neoleul tteonaga
neomaneul saranghae jeongmal mianhae
nunmulman heulleonaelyeo
jeongsini nagass-eonabwa geuttaen
naega eotteohge neoleul tteonaga
neomuna bogopa niga bogopa
jebal nal yongseohaejwo
jeongsini nagass-eonabwa
salmyeosi anajugo sipeo
salmyeosi ibmajchugo sipeo
geudaeui pumeseo na jamdeulgo sipeo yeah yeah yeah ~
geuttaen jeongmallo jeongsini nagass-eonabwa
-------------------------------------------------------------
I think i lost my mind at that time
how could i left you
i only loves you i’m really sorry
i could only cry
I think i lost my mind at that time
how could i left you
i really miss it. i miss you
please forgive me~ i think i lost my mind
i know that it’s too late now
even i’m sad it’s all useless
even if the wind blows and my heart is lonely
i can’t see you anymore, oh~
oh baby don’t leave me
oh baby you’re the only one for me
please come back. please hug me tightly
i can’t bear it without you
I think i lost my mind at that time
how could i left you
i only loves you i’m really sorry
i could only cry
I think i lost my mind at that time
how could i left you
i really miss it. i miss you
please forgive me~ i think i lost my mind
i couldn’t say the word ‘i love you’ (because i’m sorry)
i also couldn’t say the word ‘thanks’ (because you might leave)
come backt to me my girl (my girl)
i can’t sleep today because of you
oh baby don’t leave me
oh baby you’re the only one for me
please come back. please hug me tightly
i can’t bear it without you
I think i lost my mind at that time
how could i left you
i only loves you i’m really sorry
i could only cry
I think i lost my mind at that time
how could i left you
i really miss it. i miss you
please forgive me~ i think i lost my mind
i wanna hug you slowly, i wanna kiss you slowly
i wanna fall a sleep in your arms yeah yeah yeah
Vierra - Terlalu Lama Lyrics

sudah lama ku menanti dirimu
tak tahu sampai kapankah
sudah lama kita bersama-sama
tapi segini sajakah
entah sampai kapan ooo
entah sampai kapan
reff:
hari ini ku akan menyatakan cinta, nyatakan cinta
aku tak mau menunggu terlalu lama, terlalu lama
sadarkah kau, ku adalah wanita
aku tak mungkin memulai
sadarkah kau, kau menggantung diriku
aku tak mau menunggu
repeat *
repeat reff
(hari ini ku akan menyatakan cinta, nyatakan cinta)
aku tak mau menunggu terlalu lama, terlalu lama
Langganan:
Postingan (Atom)