Daftar Blog Saya

Senin, 25 Juni 2012

KONSEP DASAR PERKEMBANGAN


BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
Kualitas anak masa kini merupakan penentu kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dimasa yang akan datang. Pembangunan manusia masa depan dimulai dengan pembinaan anak masa sekarang. Untuk mempersiapkan SDM yang berkualitas di masa yang akan datang maka anak perlu dipersiapkan agar anak bisa tumbuh dan berkembang seoptimal mungkin sesuai dengan kemampuannya (Narendra, dkk, 2002). Anak sekolah merupakan generasi penerus bangsa dan modal pembangunan. Oleh karena itu tingkat kesehatannya perlu dibina dan ditingkatkan. Salah satu upaya penting yang dapat dilakukan untuk mempertinggi kualitas sumber daya anak sekolah dasar adalah dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas makanan yang dikonsumsi sehari-hari, karena anak pada usia sekolah sedang dalam proses pertumbuhan dan perkembangan yang cepat yang ditandai oleh pertambahan tinggi badan dan berat badan (Depkes RI, 1994). Pertumbuhan dan perkembangan anak merupakan hasil interaksi antara faktor genetik-herediter-konstitusi dengan faktor lingkungan, baik lingkungan prenatal maupun lingkungan postnatal. Faktor lingkungan ini yang memberikan segala macam kebutuhan yang merupakan kebutuhan dasar yang diperlukan oleh anak untuk tumbuh dan berkembang (Narendra, dkk, 2002).
Masa usia sekolah dasar sebagai masa kanak-kanak akhir yang berlangsung dari usia enam tahun hingga kira-kira usia sebelas tahun atau dua belas tahun. Karakter utama siswa sekolah dasar adalah mereka menampilkan perbedaan-perbedaan individual dalam banyak segi dan bidang, di antaranya, perbedaan dalam intelegensi, kemampuan dalam kognitif dan bahasa, perkembangan kepribadian dan perkembangan fisik anak. Menurut Hutagalung (2008), pada usia enam sampai pubertas (18 tahun), anak mulai memasuki dunia pengetahuan dan dunia kerja yang luas. Peristiwa penting pada tahap ini anak mulai masuk sekolah, mulai dihadapkan dengan tekhnologi masyarakat, di samping itu proses belajar mereka tidak hanya terjadi di sekolah.
Pemantauan pertumbuhan merupakan salah satu kegiatan utama dalam bentuk program perbaikan gizi, yang menitikberatkan pada upaya pencegahan dan peningkatan gizi. Kemiskinan dan kurang gizi yang saling berkaitan, akan mempengaruhi tumbuh kembang, oleh karena itu pemantauan tumbuh kembang anak,  disertai perbaikan gizi masyarakat akan memberikan dampak positif terhadap tumbuh kembang anak. 

B.       Rumusan masalah
Berdasarkan latarbelakang diatas, masalah yang akan dibahas pada makalah ini yaitu
1.        Bagaimana fase-fase perkembangan anak?
2.        Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan anak ?

C.  Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah di atas, tujuan dari penyusunan makalah ini adalah :
1.        Untuk mengetahui fase-fase perkembangan
2.        Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan anak





BAB II
KONSEP DASAR PERKEMBANGAN

A.      Fase-Fase Perkembangan
Tahap tahap perkembangan manusia memiliki fase yang cukup panjang. Untuk tujuan pengorganisasian dan pemahaman, kita umumnya menggambarkan perkembangan dalam pengertian periode atau fase perkembangan. Klasifikasi periode perkembangan yang paling luas digunakan meliputi urutan sebagai berikut: Periode pra kelahiran, masa bayi, masa awal anak anak, masa pertengahan dan akhir anak anak, masa remaja, masa awal dewasa, masa pertengahan dewasa dan masa akhir dewasa. Perkiraan rata rata rentang usia menurut periode berikut ini memberi suatu gagasan umum kapan suatu periode mulai dan berakhir. Berikut adalah penjelasan lebih lanjut mengenai pada setiap periode tahap tahap perkembangan manusia dalam buku Life-Span Development oleh John Santrock:
1.        Periode prakelahiran (prenatal period) ialah saat dari pembuahan hingga kelahiran. Periode ini merupakan masa pertumbuhan yang luar biasa dari satu sel tunggal hingga menjadi organisme yang sempurna dengan kemampuan otak dan perilaku, yang dihasilkan kira kira dalam periode 9 bulan.
2.        Masa bayi (infacy) ialah periode perkembangan yang merentang dari kelahiran hingga 18 atau 24 bulan. Masa bayi adalah masa yang sangat bergantung pada orang dewasa. Banyak kegiatan psikologis yang terjadi hanya sebagai permulaan seperti bahasa, pemikiran simbolis, koordinasi sensorimotor, dan belajar sosial.
3.        Masa awal anak anak (early chidhood) yaitu periode pekembangan yang merentang dari masa bayi hingga usia lima atau enam tahun, periode ini biasanya disebut dengan periode prasekolah. Selama masa ini, anak anak kecil belajar semakin mandiri dan menjaga diri mereka sendiri, mengembangkan keterampilan kesiapan bersekolah (mengikuti perintah, mengidentifikasi huruf), dan meluangkan waktu berjam jam untuk bermain dengan teman teman sebaya. Jika telah memasuki kelas satu sekolah dasar, maka secara umum mengakhiri masa awal anak anak.
4.        Masa pertengahan dan akhir anak anak (middle and late childhood) ialah periode perkembangan yang merentang dari usia kira kira enam hingga sebelas tahun, yang kira kira setara dengan tahun tahun sekolah dasar, periode ini biasanya disebut dengan tahun tahun sekolah dasar. Keterampilan keterampilan fundamental seperti membaca, menulis, dan berhitung telah dikuasai. Anak secara formal berhubungan dengan dunia yang lebih luas dan kebudayaan. Prestasi menjadi tema yang lebih sentral dari dunia anak dan pengendalian diri mulai meningkat.
5.        Masa remaja (adolescence) ialah suatu periode transisi dari masa awal anak anak hingga masa awal dewasa, yang dimasuki pada usia kira kira 10 hingga 12 tahun dan berakhir pada usia 18 tahun hingga 22 tahun. Masa remaja bermula pada perubahan fisik yang cepat, pertambahan berat dan tinggi badan yang dramatis, perubahan bentuk tubuh, dan perkembangan karakteristik seksual seperti pembesaran buah dada, perkembangan pinggang dan kumis, dan dalamnya suara. Pada perkembangan ini, pencapaian kemandirian dan identitas sangat menonjol (pemikiran semakin logis, abstrak, dan idealistis) dan semakin banyak menghabiskan waktu di luar keluarga.
6.        Masa awal dewasa (early adulthood) ialah periode perkembangan yang bermula pada akhir usia belasan tahun atau awal usia duapuluhan tahun dan yang berakhir pada usia tugapuluhan tahun. Ini adalah masa pembentukan kemandirian pribadi dan ekonomi, masa perkembangan karir, dan bagi banyak orang, masa pemilihan pasangan, belajar hidup dengan seseorang secara akrab, memulai keluarga, dan mengasuh anak anak.
7.        Masa pertengahan dewasa (middle adulthood) ialah periode perkembangan yang bermula pada usia kira kira 35 hingga 45 tahun dan merentang hingga usia enampuluhan tahun. Ini adalah masa untuk memperluas keterlibatan dan tanggung jawab pribadi dan sosial seperti membantu generasi berikutnya menjadi individu yang berkompeten, dewasa dan mencapai serta mempertahankan kepuasan dalam berkarir.
8.        Masa akhir dewasa (late adulthood) ialah periode perkembangan yang bermula pada usia enampuluhan atau tujuh puluh tahun dan berakhir pada kematian. Ini adalah masa penyesuaian diri atas berkurangnya kekuatan dan kesehatan, menatap kembali kehidupannya, pensiun, dan penyesuaian diri dengan peran peran sosial baru.

B.       Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan
Dalam proses pertumbuhan dan perkembangan pada anak setiap individu akan mengalami siklus berbeda setiap kehiduan manusia. Peristiwa tersebut dapat secara cepat maupun lambat tergantung dari individu atau lingkungan. Proses tersebut dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain: 
1.        Faktor herediter
Hereditas dapat diartikan sebagai pewarisan atau memindahkan karakteristik biologis individu dari pihak kedua orang tua ke anak atau karakteristik biologis individu yang di bawa sejak lahir yang tidak diturunkan oleh kedua pihak orang tua.
Pada pertumbuhan dan perkembangan anak dengan jenis kelamin laki-laki setelah lahir akan cenderung lebih cepat atau tinggi pertumbuhan tinggi badan dan berat  badan dibandingkan dengan anak perempuan dan akan bertahan sampai usia tertentu mengingat anak perempuan akan mengalami pubertas lebih dahulu dan kebanyakan anak perempuan akan mengalami pertumbuhan yang lebih tinggi dan besar ketika masa pubertas dan begitu juga sebaliknya disaat anak laki-laki mencapai pubertas maka anak laki-laki cenderung lebih besar. Faktor hereditas itu meliputi:
a.         Keturunan
Dapat dikatakan bahwa sifat-sifat atau ciri-ciri pada seorang anak adalah keturunan, meskipun dilihat suatu sifat atau ciri-ciri yang sama antar orang tua dan anaknya, belum dapat diambil kesimpulan bahwa sifat-sifat atau ciri-ciri pada anak itu merupakan keturunan. Contoh, bapak malas dan anaknya juga malas, ini belum berarti bahwa kemalasan anak itu adalah keturunan. Sifat-sifat kejiwaan lebih sulit ditentukan, apakah diperoleh dari keturunan atau bukan, hal ini dikarenakan sifat-sifat kejiwaan lebih mudah berubah atau terpengaruh oleh keadaan-keadaan lingkungan selama perkembangannya.
Banyak para ahli yang berusaha menyelidiki sifat-sifat kejiwaan manusia yang berkenaan dengan keturunan, tetapi sampai saat ini penyelidikan itu masih belum mendapatkan hasil yang memuaskan. Hal ini dikarenakan faktor-faktor sebagai berikut:
1)        Pada manusia tidak dapat dilakukan persilangan (kruising) menurut rencana tertentu seperti persilangan antara dua ras yang sangat berlainan asalnya.
2)        Masa perkembangan manusia begitu lama, sehingga mengakibat sifat-sifat yang ada terjadi karena keturunan dapat tersembunyi dengan lamanya, sebelum sifat-sifat itu muncul pada individu.
3)        Adanya jumlah anak manusia yang relatif.
b.        Pembawaan
Pembawaan adalah seluruh kemungkinan atau kesanggupan (potensi) yang terdapat pada seorang individu dan yang selama masa perkembangannya benar-benar dapat diwujudkan (direalisasikan). Semua yang dibawa oleh si anak sejak dilahirkan dan diterima karena kelahirannya adalah pembawan. Tetapi pembawaan tidaklah diperoleh karena keturunan sebaliknya, semua yang diperoleh karena keturunan adalah dapat dikatakann pembawaan. Macam-macam pembawaan:
1)        Pembawaan ras
2)        Pembawaan jenis kelamin
3)        Pembawaan perseorangan
2.        Faktor lingkungan
Lingkungan ialah faktor yang datang dari luar diri individu, merupakan pengalaman-pengalaman, alam sekitar, pendidikan dan lain-lain. Pengaruh pendidikan dan pengaruh lingkungan sekitar itu sebenarnya terdapat perbedaan, pada umumnya pengaruh lingkungan bersifat pasif, sedangkan pendidikan bersifat aktif.
Sartain (seorang ahli psikologi Amerika) mengatakan “Lingkungan” adalah meliputi semua kondisi-kondisi dalam dunia ini yang dalam cara-cara tertentu mempengaruhi tingkah laku, pertumbuhan, perkembangan atau life processes kecuali gen-gen dan bahkan gen-gen dapat pula dipandang sebagai menyiapkan lingkungan (to provide environment) bagi gen-gen yang lain. Sedangkan menurut Ann Crouter “Lingkungan perkembangan merupakan berbagai peristiwa, situasi atau kondisi di luar organisme yang diduga mempengaruhi atau dipengaruhi oleh perkembangan individu. Dengan demikian John Locke berkesimpulan bahwa tiap-tiap individu lahir “Kertas Putih” dan lingkungan itulah yang menulis kertas itu. Dan teori ini terkenal sebagai teori-teori tabularasa atau empirisme. Ketiga pandangan di atas ini mengenai faktor perkembangan bahwa yang mempengaruhi adalah lingkungan/pengalaman yang dapat menentukannya yang dikarenakan lingkungan itu meliputi fisik, psikis, social dan religius. Secara garis besar, lingkungan dapat dibedakan seperti:
a.         Lingkungan fisik, yaitu lingkungan yang berupa alam, misalnya keadaaan tanah, keadaan musim, dsb.
b.        Lingkungan sosial, yaitu merupakan lingkungan masyarakat, dimana dalam lingkungn masyarakat ini adanya interaksi individu satu dengan yang lain. Keadaan masyarakatpun akan memberikan pengaruh terhadap perkembangan individu. Lingkungan sosial dibedakan jadi dua yaitu, lingkungan sosial primer dan lingkungan sosial sekunder.
Faktor lingkungan merupakan yang memegang peranan penting dalam menentukan tercapai dan tidaknya potensi yang sudah dimiliki. Yang termasuk faktor lingkungan ini yaitu :
a.         Lingkungan pranatal
Merupakan lingkungan dalam kandungan, mulai konsepsi sampai lahir yang meliputi gizi pada waktu ibu hamil, lingkungan mekanis seperti posisi janin dalam uterus, zat kimia atau toxin, hormonal dan lain-lainnya yang berpengaruh pada pertumbuhan janin. Hal ini dapat terlihat peran masing-masing hormon seperti growth hormone yang disekresikan kelenjar hipofisis janin sekitar minggu kesembilan dan produksinya meningkat pada minggu keduapuluh,hormon plasenta yang berperan dalamfungsi nutrisi plasenta, demikian juga peran hormon yang lain.
Faktor lingkungan yang lain adalah radiasi yang dapat menyebabkan kerusakan pada organ otak janin. Infeksi dalam kandungan juga akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan bayi demikian juga stres yang dapat mempengaruhi kegagalan tumbuh kembang. Faktor imunitas akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin sebab dapat menyebabkan terjadinya abortus, selain itu kekurangan oksigen juga akan mempengaruhi gangguan dalam plasenta yang dapat menyebabkan berat badan bayi rendah.
b.        Lingkungan postnatal
Selain lingkungan intra uteri terdapat lingkungan setelah lahir yang juga dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak, seperti :
1)        Budaya lingkungan
Budaya lingkungan dalam hal ini adalah masyarakat dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak dalam memahami atau mempersepsikan pola hidup sehat. Hal ini terlihat apabila kehidupan berprilaku mengikuti budaya yang ada kemungkinan besar dapat menghambat dalam aspek pertumbuhan dan perkembangan.
2)        Status sosial ekonomi
Status sosial ekonomi juga dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Hal ini terlihat anak dengan sosial ekonomi tinggi, tentunya pemenuhan kebutuhan gizi sangat cukup baik dibandingkan dengan anak dengan sosial ekonomi rendah. Demikian juga dengan status pendidikan keluarga misalnya tingkat pendidikan rendah akan sulit menerima arahan dalam pemenuhan gizi atau pentingnya pelayanan kesehatan lain yang menunjang dalam membantu pertumbuhan dan perkembangan anak.
3)        Nutrisi
Nutrisi adalah suatu komponen yang penting dalam menunjang keberlangsungan proses pertumbuhan dan perkembangan yang menjadi kebutuhan untuk tumbuh dan berkembang selama masa pertumbuhan.

4)        Iklim atau cuaca
Iklim atau cuaca ini dapat berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan. Hal ini dapat dilihat pada musim tertentu, kebutuhan gizi dapat mudah diperolah. Demikian juga terdapat museum tertentu pula terkadang kelitan mendapatkan makanan yang bergizi seperti saat musim kemarau penyadiaan air bersih atau sumber makanan sangat kesulitan.
5)        Olahraga atau latihan fisik
Olahraga atau latihan fisik dapat memacu perkembangan anak, karena dapat meningkatkan sirkulasi darah sehingga suplai oksigen keseluruh tubuh dapat teratur. Selain itu latihan juga meningkatkan stimulasi perkembangan otot dan pertumbuhan sel. Demikian juga dalam aspek social, anak dapat mudah melakukan interaksi dengan temannya sesuai jenis olahraganya.
6)        Posisi anak dalam keluarga
Posisi anak dalam keluarga dapat mempengaruhu pertumbuahn dan perkembangan. Hal ini dapat dilihat pada anak pertama atau tunggal, dalam aspek perkembangan secar umum kemampuan intelektual lebih menonjol dan cepat berkembang karena sering berinteraksi dengan orang dewasa, akan tetapi dalam perkembangan motoriknya kadag-kadang terlambat karena tidak ada stimulasi yang biasanya dilakukan saudara kandungnya. Demikian juga anak kedua atau berada di tengan kecendrungan orang tua yang merasa biasa dalam merawat anak lebih percaya diri sehingga kemammpuan untuk berdaptasi anak lebih cepat dan mudah, akan tetapi dalam perkembangan intelektual biasanya terkadang kurang apabila disbanding dengan anak pertamanya, kecendrunga tersebut juga tergantung pada keluarga.
7)        Status kesehatan
Status kesehatan anak dapat berpengaruh apad pencapaian pertumbuhan dan perkembangan. Hal ini dapat terlihat apabila anak dengan kondisi sehat dan sejahtera maka percepatan untuk tumbuh kembang sangat mudah, akan tetapi apabila kondisi status kesehatan kurang maka akan terjadi perlambatan. Sebagai contoh, pada saat tertentu anak seharusnya mencapai puncak dalam pertumbuhan dan perkembangan, akan tetap i apabila saat itu pula terjadi penyakit kronis yang ada pada diri anak, maka pencapaian kemampuan untuk maksimal dalam tumbuh kembang anak terhambat, karena anak memiliki masa kritis. Beberapa kondisi yang dapat atau disebur cacat fisi (sumbing, juling, kaki bengkok, dan lain-lain).
8)        Faktor hormonal
Factor hormonal yang berperan dalam tumbuh kembang anak antara lain: somatotropin (growth hormone) yang berperan dalam mempengaruhi pertumbuhan tinggi badan dengan menstimulasi terjadinya proliferasi sel kartilago dan sisitem skeletal, hormone tiroid dengan menstimulasi metbolisme tubuh, sedangkan glukokortikoid yang mempunyai fungsi menstimulasi pertumbuhan sel interstisial dari testis unrtuk memproduksi testoteron dan ovarium untuk memeproduksi estrogen selanjutnya hormone tersebut menstimulasi perkembangan sex baik pada anak laki maupun perempuan yang sesuai dengan peran homonny (Wong, D.L, 1995).
Hubungan individu dengan lingkungannya ternyata tidak berat sebelah, dalam arti hanya lingkungan saja yang mempunyai pengaruh terhadap individu. Hubungan antara individu dengan lingkungan, terdapat hubungan yang saling timbal balik, yaitu lingkungan dapat mempengaruhi individu, dan individu dapat mempengaruhi lingkungan. Sikap individu terhadap lingkungan ada yang menolak, ada yang menerima dan ada juga yang bersikap netral.







BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Fase-fase perkembangan klasifikasi yang paling luas digunakan meliputi urutan sebagai berikut: Periode pra kelahiran, masa bayi, masa awal anak anak, masa pertengahan dan akhir anak anak, masa remaja, masa awal dewasa, masa pertengahan dewasa dan masa akhir dewasa.
Dalam proses pertumbuhan dan perkembangan pada anak setiap individu akan mengalami siklus berbeda setiap kehidupan manusia. Peristiwa tersebut dapat secara cepat maupun lambat tergantung dari individu atau lingkungan. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan anak antara lain faktor herediter dan faktor lingkungan. Faktor lingkungan ini terdiri dari lingkungan prenatal dan lingkungan postnatal.


DAFTAR PUSTAKA

Hidayat, Aziz Alimul. 2005. Pengantar Ilmu Keperawatan Anak 1. Jakarta : Salemba Medika.

Syafiruddin. 2011. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan. Available on 4 Mei 2012, 17.10. online.

<http://www.syafir.com/2011/11/23/faktorfaktor-yang-mempengaruhi-perkembangan>

Utami, Anggun Mei. 2010. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perkembangan. Available on 4 Mei 2012, 17.15. online.

<http://edukasi.kompasiana.com/2010/11/16/faktor-faktor-yang-mempengaruhi-perkembangan/>.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar